Journey

[Kilas Balik] Inowastek menjadi mitra pembuatan prototipe penelitian biodigester

Pada tahun 2021, Inowastek menjadi mitra penelitian dalam pembuatan prototipe biodigester dengan peneliti Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Biodigester merupakan mesin yang digunakan untuk proses biogas. Biogas menjadi populer di kalangan rumah tangga dan industri sebagai bahan bakar dan sumber listrik alternatif. Penelitian yang dilakukan berusaha untuk membuat produk dengan pertimbangan aspek portabel dan biaya rendah.  Penentuan bahan dan alat sebagai penunjang pembuatan reaktor biogas menjadi pertimbangan agar memenuhi kualitas dan kuantitas produk, seperti ukuran, bahan tahan lama, portabel, dan berbiaya rendah. Bahan perangkat untuk membuat satu reaktor biogas membutuhkan (1) tabung sebagai media fermentasi limbah kotoran, (2) rangka besi sebagai penyangga tabung, (3) selang sebagai penyalur hasil fermentasi berupa gas. Produk hasil penelitian diterapkan  dan dipasang pada area kandang peternakan kambing etawa milik salah satu mitra desa sebagai pilot project di dusun Ngaliyan, Desa Ngargosari, Samigaluh. Mitra yang menggunakan reaktor biogas telah  meraskan dampak positif melalui pengeluaran kebutuhan dapur rumah tangga yang lebih sedikit dibanding masih menggunakan pasokan LPG secara rutin.  Sumber: https://www.researchgate.net/publication/356490074_Biogas_sebagai_bahan_bakar_alternatif_bagi_rumah_tangga_di_Desa_Ngargosari_Samigaluh 

[Kilas Balik] Inowastek menjadi mitra pembuatan prototipe penelitian biodigester Read More »

Penyerahan Sarana-Prasarana dan Workshop Program Pesantren Hijau

Selama bulan Juli hingga Agustus 2023, PT Inovasi Waskita Teknologi (Inowastek) menjadi rekanan dan pendamping program Pesantren Hijau yang merupakan program dari Lazisnu. Program ini merupakan kolaborasi antara Lazisnu bersama dengan Bank Mega Syariah, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU, dan Lembaga Penganggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU.  Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan atas kegiatan sebelumnya yaitu Training of Trainer Santri Penggerak di Tujuh Pesantren. Pada tanggal 22 Juli 2023, kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Malnu Menes, Pandeglang yang didampingi oleh salah satu tim Inowastek yaitu Adhi Susatyo. Pada kesempatan ini, Adhi memberikan juga pendampingan bagi para santri dengan memberikan pelatihan pemilahan sampah dan pengomposan sampah organik.  Pada tanggal 15 Juli 2023, terdapat kegiatan penyerahan sarana dan prasarana di Ponpes Al-Kenaniyah. Selanjutnya pada tanggal 13 Agustus 2023, dilanjutkan proses pelatihan pemilahan sampah dan pengomposan oleh Founder dan CEO Inowastek yaitu Adhi Susatyo. Dengan format kegiatan yang sama, pada tangga 28 Juli 2023, kegiatan dilakukan di Pondok Pesantren, Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan diikuti tidak hanya para pengasuh pesantren, santri penggerak, tetapi juga para staf dari bidang sarana dan prasaran Ponpes Al-Hamid, Cilangkap.  Tidak hanya ponpes di sekitar Jabodetabek dan Banten, Program pesantren Hijau ini juga terdapat di Jawa Timur yaitu Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh tim Inowastek lainnya yaitu ibu Dewi Ambarsari yang mendampingi penyerahan sarana dan prasarana dan dilanjutkan dengan pelatihan pengomposan sampah. Kegiatan di Ponpes Genggong ini terlaksana pada 30 Juli 2023. Selanjutnya pada 19 Agustus 2023, dilakukan penyerahan sarana dan prasarana disertai pelatihan pengolahan sampah oleh ibu Dewi di Pondok Pesantren Al-Mubarok, Demak, Jawa Tengah. 

Penyerahan Sarana-Prasarana dan Workshop Program Pesantren Hijau Read More »

Tim Inowastek menjadi trainer dalam Training Penggerak Pesantren Hijau di Pesantren Malnu Menes, Pandeglang dan Pesantren Al-Mubarok, Mranggen, Demak

Sebagai startup lingkungan yang memiliki tujuan untuk membantu pengelolaan sampah di skala kawasan, Tim Inowastek menjadi trainer bagi para penggerak pesantren hijau yang digagas oleh NuCare-Lazisnu. Pesantren Hijau adalah program untuk mengembangkan pesantren dengan konsep ramah lingkungan yang memperhatikan pengelolaan sampah, konservasi energi, konservasi air. Dengan demikian dibutuhkan upaya penyadaran bagi para ustadz/ustadzah dan para santri.  Pesantren Hijau yang digagas oleh Lazisnu berjumlah 7 pesantren. Dari ketujuh pesantren tersebut, terdapat dua pesantren yang tim inowastek edukasi. Pada  26 Februari 2023, Founder dan CEO Inowastek, Adhi Susatyo menjadi pembicara yang memberikan materi mengenai pengelolaan sampah. Materi dimulai dengan memberikan data sampah terkini dan situasi permasalahan sampah dari tingkat nasional maupun yang ada di Pandeglang, Banten. Hal ini sebagai upaya untuk memberikan kesadaran bagai para santri untuk mengelola sampah dengan lebih bijak. Selanjutnya, Adhi memberikan penyampaian mengenai jenis-jenis sampah, pengelolaan sampah, dan bagaimana pentingnya pemilahan sampah. Bukan hanya teori, Adhi memberikan beberapa contoh produk daur ulang seperti ecobrick, handcraft dari HDPE, dan produk-produk ramah lingkungan seperti tumbler, totebag. Di akhir materi, Adhi memberikan kesimpulan bahwa untuk menyelesaikan masalah sampah, kunci utamanya adalah melakukan pemilahan sampah dengan baik. Santri yang sudah diajarkan jenis-jenis sampah organik, anorganik, dan residu diharapkan dapat mengimplementasikannya di pesantren. Sebagai agent of change, santri diharapkan dapat menerapkan ilmunya juga di daerah mereka berasal setelah lulus dari pesantren.  Pada 7 Maret 2023, Dewi Ambarsari (Co-Founder Inowastek) menjadi pembicara untuk training Penggerak Pesantren Hijau di Ponpes Al-Mubarok, Mranggen, Demak. Adapun Dewi memaparkan materi terkait proses pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Dirinya pun langsung membentuk Satuan Gugus Tugas (Satgas) Bank Sampah.  Setelah acara Training penggerak pesantren di Demak, Lazisnu selanjutnya masih berkolaborasi dengan Inowastek untuk pengadaan barang seperti tempat sampah pilah, gerobak sampah pilah, komposter, dropbox botol plastik, dan mesin pencacah organik yang rencananya akan mulai didistribusikan pada bulan ramadhan 2023.  sumber: 1. https://www.nu.or.id/nasional/pesantren-malnu-pandeglang-pioner-pesantren-hijau-di-banten-ZoKBu 2. https://nucare.id/news/tim_pesantren_hijau_latih_santri_al_mubarok_mranggen_demak_untuk_kelola_dan_bangun_bank_sampah 3. https://youtu.be/49CyHkxwyh8 4. https://youtu.be/UWu8CnihVrk 

Tim Inowastek menjadi trainer dalam Training Penggerak Pesantren Hijau di Pesantren Malnu Menes, Pandeglang dan Pesantren Al-Mubarok, Mranggen, Demak Read More »

Inowastek menjadi kolaborator less waste event di Banjarmasin Sasirangan Festival 2023

Bersama dengan komunitas lain, Inowastek menjadi supporting collaborator dalam Less Waste Event di Banjarmasin Sasirangan Festival 2023 yang diselenggarakan pada 10-12 Maret 2023. Beragam kegiatan digelar pada BSF 2023 dengan tema “Pesona Kreasi Motif Sasirangan dengan Pakaian Adat Banjar” tersebut seperti karnaval, bazar, expo, fashion show, forum diskusi sasirangan lomba menjelujur massal Sasirangan, lomba motif sasirangan hingga atraksi jukung acil Pasar Terapung. Dengan padatnya kegiatan selama tiga hari tersebut, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab menjadi hal yang perlu diperhatikan. @banuagreenhub menjadi leading colaborator bagi less waste event di BSF 2023 dengan berkolaborasi dengan Wastesmartech, Inowastek, HMTL ULM, Kompos Biuku, Eco enzyme nusantara. kalsel, dan River Care Generation. Terdapat beberapa titik lokasi tempat sampah pilah untuk menampung sampah organik, anorganik, dan sampah residu. Terdapat beberapa volunteer yang mengawasi pemilahan sampah oleh pengunjung. Pada malam hari, sampah akan dikumpulkan dan ditimbang sehingga dapat terekap dengan baik. Selain pemilahan sampah, terdapat stand yang digunakan bagi masyarakat untuk menukar sampah dengan undian doorprise. Sampah seperti botol, kaleng, kertas ditukar dan pengunjung berkesempatan mendapatkan undian kompos maupun eco enzyme. Selain itu, terdapat edukasi dari berbagai kolaborator seperti pelatihan pembuatan kompos, eco enzyme, dan hidroponik. Pengunjung juga dapat mendonasikan pakaian layak pakai untuk nantinya dapat diberikan bagi orang yang membutuhkan.

Inowastek menjadi kolaborator less waste event di Banjarmasin Sasirangan Festival 2023 Read More »

Inowastek mendukung kegiatan mahasiswa ITB dalam pelatihan kompos

Pada hari Minggu, 15 Januari 2023, Inowastek mendukung pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa Institut Teknologi Bandung mengenai pengolahan sampah organik.  Acara yang dilakukan di RW 10, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kawasan Legok Haji, Gunung Burangrang ini diikuti oleh masyarakat setempat dengan antusias. Kegiatan Workshop Pengolagan Kotoran Hewan dan Sampah Organik menjadi kompos ini diisi oleh Bapak Yayan yang merupakan penyuluh lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung. Masyarakat terlebih dahulu diberikan teori sebelum dilakukan praktik secara langsung.  Peserta diajarkan membuat MOL (molekul organik lokal) yang digunakan sebagai starter dalam pengomposan. Selanjutnya masyarakat diberikan pelatihan membuat kompos dengan teknik open windrow dan pengomposan dengan menggunakan biodigester.    Selain dilakukan pelatihan, masyarakat juga diberikan tempat sampah pilah dan komposter yang diserahkan secara langsung kepada RW setempat. Dengan adanya pelatihan ini, maka diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat. Mereka dapat memanfaatkan sampah organik yang ada di sekitar sepert kotoran hewan dan sampah sisa makanan untuk dijadikan kompos. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu membeli kompos barbahan kimia yang memiliki efek buruk bagi tanah dan tanaman.

Inowastek mendukung kegiatan mahasiswa ITB dalam pelatihan kompos Read More »

[Kilas Balik] Launching Gerobak Sampah Pilah dalam Webinar “Finding Eco Friendly Solutions for Waste”

Berdasarkan Sustainable Waste Indonesia (SWI) pada 2018, sampah yang didaur ulang hanya sebesar 7%, sampah yang tidak terkelola sebesar 24%, dan sampah yang terangkut ke TPA sebesar 69%. Hal ini dilatarbelakangi karena warga masih membuang sampah seadanya tanpa adanya proses pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Pengelolaan tersebut masih terdapat kekurangan yaitu sampah yang terdistribusi ke TPA masih banyak, sedangkan lahan TPA  tidak meluas. Pembahasan mengenai solusi sampah salah satunya dibahas pada webinar “Finding Eco-Friendly Solutions for Waste” yang diselenggarakan pada Rabu, 12 Agustus 2020. Webinar ini merupakan salah satu dari 10 rangkaian webinar yang diadakan Campaign.com bersama @america untuk Top 10 Finalist Young Social Enterprise Academy 2.0. Webinar ini diisi oleh Adhi Susatyo (founder Inowastek), Novrizal Tahar (Direktur Pengelolaan Sampah,KLHK ) dan Fei Febri (CEO Bank Sampah Bersinar) dan dimoderatori oleh Dendy Primanandi (aktivis lingkungan). Webinar ini bertujuan sebagai media untuk berdiskusi antara inovator, pegiat bank sampah, dan stakeholder pemerintah untuk menyelesaikan masalah sampah di Indonesia. Menurut Novrizal Tahar, ” mindset ‘Buanglah sampah pada tempatnya’ belum cukup untuk mengatasi masalah sampah karena nantinya sampah akan tercampur dan banyak yang terdistribusi ke TPA dan oleh karena itu diperlukan perubahan mindset agar masyarakat dapat memilah sampah”.  Novrizal tahar juga berharap inovasi produk seperti gerobak sampah pilah dapat digunakan di daerah-daerah. Sebagai social enterprise yang bergerak di bidang lingkungan, Inowastek sejalan dengan pemikiran bahwa pemilahan sampah itu penting. Inowastech menganalisis bahwa sampah yang sudah terpilah di sumber sampah seperti rumah, sekolah, dan tempat umum lainnya akan tercampur kembali karena penggunaan gerobak satu ruang. Oleh karena itu Inowastek mengembangkan gerobak sampah pilah yang dapat digunakan untuk memilah sampah pada saat pengangkutan. Inovasi produk ini sebagai salah satu upaya untuk memecahkan masalah tidak konsistennya pemilahan sampah di Indonesia, dengan harapan bahwa sampah yang terpilah nantinya akan didaur ulang dengan maksimal. Selain penyediaan fasilitas yang memadai, diperlukan juga edukasi dan implementasi yang efisien dalam mengelola sampah. Pemilahan sampah skala kawasan menjadi sebuah solusi yang dapat diandalkan untuk mengurangi sampah yang terangkut ke TPA. Kawasan seperti perumahan, pesantren, rutan/lapas, desa wisata, rest area, sekolah, dan tempat umum lainnya yang mempunyai manajemen dan karakteristik yang homogen sehingga lebih mudah untuk melakukan intervensi pemilahan sampah skala kawasan dibandingkan dengan tempat lainnya. “Pemilahan sampah skala kawasan dapat digunakan sebagai upaya memaksimalkan daur ulang sampah di kawasan tersebut dan menghindari sampah keluar dari kawasan menuju TPA dan Jika pemilahan sampah skala kawasan dapat diimplementasikan dengan masif, maka akan mengurangi secara signifikan timbunan sampah ke TPA” tutur Adhi Susatyo, Founder Inowastek Pada kesempatan webinar tersebut juga dilakukan launching produk dan project pemilahan sampah skala kawasan di Lapas Narkotika kelas IIA, Jelekong, Bandung sebagai project percontohan yang merupakan kerjasama antara Inowastek, Bank Sampah Bersinar, dan Lapas Jelekong. Pemilahan sampah skala kawasan nantinya akan menjadi project yang akan Inowastech galakan selain menawarkan produk kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota, Perusahaan melalui program CSR, dan komunitas-komunitas.   Untuk melihat video webinar selengkapnya dapat dilihat pada tautan berikut ini https://www.youtube.com/live/73QYjEqTloE?feature=shared

[Kilas Balik] Launching Gerobak Sampah Pilah dalam Webinar “Finding Eco Friendly Solutions for Waste” Read More »

Scroll to Top